Rabu, 04 Juli 2012

3 JENIS MAKANAN TERBAIK BAGI PRIA

Diet seimbang merupakan poin penting dalam menjalankan pola hidup sehat. Tentu saja, hal ini berlaku bagi setiap orang terutama bagi para pria.
Ada berbagai makanan yang dikenal dengan sebutan “superfood” yang berguna untuk menunjang kesehatan pria. Apa sajakah makanan itu?
  1. Tomat
    Tomat merupakan salah satu “makanan super” terbaik bagi pria. Buah ini memiliki manfaat khusus untuk pria. Studi menunjukkan bahwa lycopeneyang ditemukan dalam tomat, dapat mengurangi risiko kanker kolorektal.Selain itu juga dapat menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung, yang mana menjadi penyebab utama kematian pada pria.
    Penelitian juga menunjukkan, bahwa pria yang sering mengonsumsi makanan dengan kandungan lycopene, secara drastis dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat.
  2. Brokoli
    Brokoli mengandung zat kimia pencegah kanker. Penelitian telah menunjukan, bahwa kandungan sulphoraphane dalam brokoli dapat mengurangi risiko pria terkena kanker kandung kemih, kanker prostat dan kanker kolorektal.
  3. Tiram
    Tiram adalah makanan dengan kandungan zinc alami paling tinggi. Asupanzinc yang cukup, memiliki kaitan erat dengan tingkat kesuburan pria. Pasalnya, zinc memiliki pengaruh besar pada kesehatan seksual pria.
    Zinc tidak hanya membantu untuk menjaga kadar testosteron pada pria, tapi juga untuk memproduksi sperma yang sehat. Lalu apa yang terjadi jika pria kekurangan asupan zincRambut rontok pada pria merupakan salah satu pertanda bahwa tubuh kekurangan zinc.
Imbangi makanan di atas dengan olahraga yang cukup dan bersiaplah menjadi pria sejati dengan tubuh sehat dan perkasa.

JANTUNG JUGA BUTUH PROTEIN

Pastinya Anda tahu pasti, bahwa protein merupakan nutrisi penunjang pembentukan tubuh ideal dan atletis. Untuk mendapatkan tubuh berotot dan lebih kencang, protein mutlak dibutuhkan. Namun, ternyata fungsi protein tidak hanya itu saja, karena protein ternyata juga sangat penting bagi kesehatan jantung.
Protein dan Fungsi Tubuh
Protein merupakan salah satu suplemen utama yang diperlukan untuk menjalankan fungsi-fungsi tubuh dengan baik. Pentingnya protein sebenarnya sudah dapat diketahui dari namanya. Kata protein berasal dari bahasa Latin, yaitu prota, yang berarti sesuatu yang utama dan penting.
Seperti halnya zat gizi utama lainnya, protein merupakan komponen penyusun sel-sel di dalam tubuh. Protein juga berperan dalam proses-proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh, terutama sebagai enzim yang membantu mempercepat terjadinya reaksi-reaksi di dalam tubuh dan sistem kekebalan tubuh. Tidak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa protein juga penting untuk menjaga kesehatan jantung.
Protein dan Tekanan Darah
Hasil penelitian yang tercantum pada American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan adanya hubungan yang berlawanan antara tingkat konsumsi protein dan tekanan darah. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya tekanan darah yang lebih rendah pada orang-orang yang memiliki tingkat konsumsi protein yang lebih tinggi. Selain itu, terbukti bahwa kombinasi pola makan yang relatif tinggi protein (18% dari total kalori yang dikonsumsi), serta tinggi buah-buahan dan sayuran dapat membantu terjadinya penurunan tekanan darah yang lebih efektif.
Protein dan Lemak Darah
Sebuah penelitian yang tercatat pada Journal of the American College of Nutrition membuat perbandingan antara pola makan dengan 27 % protein dan pola makan dengan 16 % protein. Ternyata, mereka yang mengikuti pola makan dengan 27 % protein mengalami penurunan kadar trigliserida dan kolesterol-LDL dalam darah yang lebih tinggi. Kadar trigliserida dan kolesterol-LDL dalam darah sendiri berhubungan dengan tingkat risiko penyakit atheroscleoris atau penyumbatan pembuluh darah. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan pentingnya konsumsi protein untuk membantu menurunkan tingkat risiko penyakit atherosclerosis.
Protein dan Penyakit Jantung
Data menunjukkan bahwa tingkat kematian akibat penyakit jantung pada beberapa negara di Asia (termasuk Jepang dan China) lebih tinggi apabila dibandingkan dengan negara-negara di Eropa. Hal ini diyakini berhubungan dengan pola makan pada negara-negara di Asia tersebut, di mana tingkat konsumsi proteinnya rendah namun tingkat konsumsi garamnya tinggi.
Namun, tingkat kematian akibat penyakit jantung di Jepang dan China kini telah mengalami penurunan yang cukup drastis. Hal ini diyakini berkaitan dengan semakin meningkatnya tingkat konsumsi protein (termasuk daging, telur, dan susu) di negara-negara tersebut, yang diiringi dengan semakin baiknya pengobatan untuk penyakit tekanan darah tinggi.
Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian, seperti tercantum pada Journal of the American College of Nutrition, yang membandingkan pola makan dengan 24 % protein dan pola makan dengan 15 % protein. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti pola makan dengan 24 % protein memiliki tingkat risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Jangan Asal Pilih
Meskipun penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein yang lebih tinggi dapat membantu menjaga kesehatan jantung, namun tidak semua sumber protein itu baik. Beberapa sumber protein, seperti daging merah dan susu tinggi lemak, justru buruk untuk kesehatan jantung karena banyak mengandung kolesterol dan lemak jenuh.
Karena itu, pilihlah sumber protein yang rendah lemak, sehingga lebih sehat, seperti susu rendah lemak, tinggi protein. Jadi, jangan lupa untuk mengatur pola makan yang sehat dengan diikuti olahraga dan fitnes secara teratur.www.l-men.com

Protein VS Umur


Menjadi tua dianggap identik dengan “rapuh”, “mudah sakit”, dan “tidak bugar”. Namun itu hanya terjadi apabila, ketika muda dulu, tubuh tidak dijaga dengan pola hidup sehat. Studi menunjukkan, atlet lari jarak jauh memiliki lebih sedikit masalah kesehatan, terutama sendi, dan bertubuh lebih ramping dibanding teman sebayanya yang jarang berolahraga1.
Dan, percaya atau tidak, fitnes adalah kunci untuk mencapai kebugaran di usia senja, bahkan ketika Anda tidak lagi merasa muda. Fitnes secara teratur bisa mencegah tubuh mengalami sarcopenia, yaitu susutnya massa otot seseorang akibat penuaan, dan berpengaruh pada tingkat kebugaran2. Masih khawatir kalau Anda terlalu tua dan “lemah” untuk mengangkat dumbbell? Sebuah penelitian membuktikan, pria dan wanita berumur 60 tahun yang berolahraga secara rutin bisa memiliki tingkat kebugaran yang sama dengan seseorang yang berumur 30 tahun1.

(How to) Reverse the Time

Olahraga, terutama fitnes,memang tidak akan membuat kulit anda kencang kembali tetapi, bila dilakukan teratur, bisa mengembalikan kebugaran Anda seperti muda dulu. Anda yang berumur 55 tahun atau lebih disarankan untuk melakukan fitnes dua kali seminggu dengan beban ringan dan repetisi tinggi. Pendampingan oleh personal trainer mungkin dibutuhkan, untuk mencegah kesalahan yang bisa menyebabkan cedera (seperti menurunkan bar terlalu rendah saat bench press)1.
Apabila Anda telah memasukkan fitnes sebagai bagian dari keseharian Anda, tak peduli apakah Anda berumur 30 atau bahkan 60 tahun, kebutuhan protein harian Anda akan lebih tinggi dari orang-orang yang tidak fitnes, sekitar 1,6 sampai 2 gram perkilogram berat badan perhari2. Bahkan, kebutuhan protein untuk orang tua sebenarnya memang lebih banyak, baik yang rutin fitnes maupun tidak. Hal ini karena otot pada orang tua lebih mudah terurai dibandingkan orang yang lebih muda, sehingga protein ekstra dibutuhkan untuk mengembalikan otot yang telah terurai3.
Dari mana protein ekstra tersebut berasal? Kecuali bila Anda memiliki alergi khusus (misalkan alergi ikan laut), Anda bisa mendapatkan protein ekstra tersebut dari mana saja. Sebuah penelitian menemukan kenaikan massa otot yang hampir serupa pada orang tua yang mengonsumsi protein daging (beef) dan protein kedelai (soy)3. Akan tetapi, penuaan pada mulut dan gigi mungkin menyebabkan sulitnya mengonsumsi daging yang terlalu liat, misalnya. Oleh karena itu, produk susu berprotein tinggi bisa membantu Anda meningkatkan asupan protein harian untuk menjaga massa otot dan, pada akhirnya, kebugaran Anda.
Jadi, kata siapa Anda tak bisa bugar di usia senja?www.l-men.com